Hearty Service Hunter 😄😎

Demi mengabarkan pada dunia klo di penerbangan Citilink QG 807 dari Halim Perdana Kusuma ke Surabaya tgl 12 Juli 2017 jam 20.15 ada senior cabin crew yang tak biasa;
Yang sapaan dan pantunnya ga cuma sekedar baca naskah aja;
Yang dalam setiap pengumumannya ia bisa terasa interaktif pada kami para penumpangnya;
Maka... sebelum turun dari pesawat, saya rela sedikit menahan malu untuk meminta flight attendant lain mengambilkan gambar bersamanya, Imam.

Iya... Imam, dia mengenalkan namanya.
Yang ternyata itu nama terakhir yang tertera di name tag nya: M. TAQWA IMAMI N.

Selama terbang bersama, saya menemukan keindahan nama yang diberikan orang tuanya sebanding dengan keindahan perilakunya dalam melayani para penumpang.

Klo soal berpantun... Citilink emang jagonya.
Meski sambutan dg pantun yang dulu awalnya terasa istimewa kini menjadi tak berasa, karena seringkali lebih terlihat sbagai pelaksanaan SOP saja. Tak ada ruhnya

Namun mas Imam berbeda.
Setelah berpantun yang mengabarkan bahwa kita telah mendarat di Bandar Udara Juanda di Surabaya (meski sebenarnya di Sidoarjo, red), ia meng-address kami secara personal:

"Kepada para pendatang, kami ucapkan selamat datang di kota pahlawan"
"Dan kepada warga Surabaya, kami ucapkan selamat kembali pulang ke kampung halaman... *Besok kembali bekerja*"

Meski hanya 3 kata (yang saya beri tanda bintang), ini ampuh membuat sebagian besar penumpang merespon.
Intonasi, volume dan jeda yang digunakan pun sukses membuat kami merasa diajak komunikasi secara personal, kami merasa dipahami dan diingatkan pada kenyataan bahwa meski sampai di Surabaya nyaris tengah malam, esok kita musti bersiap kembali berkarya.

Maka respon terbanyak adalah tawa kecil hingga senyum sedikit kecut xixixi...

Tak berhenti disitu...
Keistimewaan mas Imam juga nampak saat ia mengingatkan penumpang untuk tetap menon-aktifkan HP sebelum turun dari pesawat.
Alih-alih bernada keras (yang bisa memicu masalah pada penumpang yang berjabatan tinggi atau yang berhati tinggi hehe...), mas Imam memilih intonasi yang hangat dan bersahabat. Lalu ditambah kata-kata yang membuat dekat

"Mohon untuk tidak mengaktifkan telepon genggam sampai Anda tiba di ruang kedatangan. Anda yang masih tetap mau mengaktifkan, berarti Anda mau pamer HP barunya. Atau pengin segera mengupdate status Blackberry, Blueberry dan Berry-berry Anda. Klo mau update status bisa Anda lakukan nanti di ruang kedatangan dan untuk update status KTP bisa di kelurahan Anda masing-masing"

Well... mungkin kedengarannya gokil
Tapi bagi saya, ini adalah bentuk kerja cerdas untuk membuat penumpang memperhatikan instruksi dari awak kabin, hingga akhirnya tujuan para awak kabin berkomunikasi dengan penumpang bisa tercapai: penumpang patuh pada instruksi.

Bukankah tujuan komunikasi adalah "TO GET THINGS DONE EFFECTIVELY"?

Andai setiap petugas pelayanan penerbangan bisa memaknai peran yang sedang ia mainkan, bisa memilih kerja cerdas sehingga pelayanannya bisa memudahkan baik penumpang maupun maskapai penerbangan...
Maka saya yakin kasus-kasus dalam pelayanan di dunia penerbangan bisa berkurang.

So, di bidang pelayanan Anda, kerja cerdas apa yang akan Anda upayakan?

#HeartyService #Citilink #BestWord #MyJobMyAdventure#AgniSMayangsari #Mayangsari

No Comments Yet.

Leave a Reply